<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lets Go Green</title>
	<atom:link href="http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2008 07:09:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='stopglobalwarmingnow.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lets Go Green</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/osd.xml" title="Lets Go Green" />
	<atom:link rel='hub' href='http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Global Warming or Global Warning?</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-or-global-warning/</link>
		<comments>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-or-global-warning/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 07:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Global Warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Sejak revolusi industri mulai digulirkan, lingkungan alam mulai terusik. Udara yang selama ini bersih mulai sedikit-sedikit tercemar oleh asap-asap industri. Setelah kendaraan bermotor mulai ditemukan, pencemaran udara bertambah oleh sisa hasil pembakaran kendaraan bermotor. Tidak hanya udara, air juga mulai tercemar oleh limbah industri yang mengandung bahan kimia. Sebenarnya bukan hanya limbah industri, limbah rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=23&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sejak revolusi industri mulai digulirkan,  lingkungan alam mulai terusik. Udara yang selama ini bersih mulai  sedikit-sedikit tercemar oleh asap-asap industri. Setelah kendaraan bermotor  mulai ditemukan, pencemaran udara bertambah oleh sisa hasil pembakaran kendaraan  bermotor. Tidak hanya udara, air juga mulai tercemar oleh limbah industri yang  mengandung bahan kimia. Sebenarnya bukan hanya limbah industri, limbah rumah  tangga yang tidak diolah dengan baik juga mulai mencemari air. Tidak hanya air,  tanah juga mulai tercemar. Singkat kata sejak revolusi industri lingkungan mulai  rusak. <span lang="SV">Tidak hanya lingkungan fisik, tetapi juga lingkungan sosial  dan buatan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> <span id="more-23"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dampak revolusi industri pada  pertumbuhan ekonomi memang cukup bagus dan signifikan. Negara-negara yang  menitikberatkan pada sektor industri dan berhasil menjadi <em>leader</em> dalam  industri, menjadi negara-negara maju. Sebenarnya uang hasil dari sektor industri  sudah berhasil menciptakan teknologi-teknologi pengolah limbah untuk  meminimalisir hasil pencemaran. Namun tetap saja tidak bisa mengembalikan  kondisi lingkungan secara sempurna. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Beberapa ahli berpendapat,  sejak revolusi industri, jumlah emisi gas rumah kaca meningkat terus dan  mengikis lapisan ozon. Sehingga terjadilah efek gas rumah kaca di bumi ini. Efek  gas rumah kaca inilah yang menyebabkan pemanasan global. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebenarnya para ahli sudah  mengetahui bahaya mengenai gas rumah kaca. Seingatku waktu aku SD, sekitar tahun  1980-an sudah ada pelajaran mengenai hal tersebut. Tetapi memang belum ada  â€™<em>aware</em>â€™ dari masyarakat dunia karena belum ada akibat yang nyata. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Al Gore, mantan kandidat  Presiden AS berhasil mengangkat isu global warming ke permukaan lagi. Meski  beberapa pihak menyatakan bahwa Al Gore memanfaatkan isu lingkungan tersebut  untuk kampanye politik. Akan tetapi aku berpendapat apa yang dilakukan Al Gore  itu positif dan cukup mendapat perhatian.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Masyarakat dunia mulai  â€™awareâ€™. Apalagi setelah melihat tayangan film dokumenter <em>â€™An  Incovenient Truthâ€™</em> yang memperlihatkan contoh-contoh dari efek pemanasan  global. Ada beberapa adegan yang kuingat saat Al Gore mensimulasikan peristiwa  saat es mencair. Jika es di kutub utara mencair, beberapa benua akan tenggelam  dan hilang. </span>Yah untuk lebih mudahnya mungkin bisa membayangkan film  â€The End of The Worldâ€. Es mulai mencair â€“ permukaan air laut meningkat  drastis, bahkan kota  New York mulai terendam air sampai  puluhan meter. Semakin ngeri, ketika air tersebut menjadi beku. Bisa terbayang  berapa ribu orang yang meninggal. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Gejala-gejala yang dikhawatirkan para ahli  mengenai global warming mulai tampak. Seperti perubahan iklim yang sangat  ekstrem. Saat musim kemarau, beberapa daerah justru kena bencana banjir.  Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan vektor seperti demam berdarah mewabah  dengan ganas. Pada beberapa tempat permukaan laut mulai meningkat sehingga  daerah pesisir mulai tergenang. Sebenarnya masih banyak peristiwa-peristiwa lain  tapi lupa. Heheheâ€¦</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Di Indonesia, berkaitan dengan isu global warming  ini kian menghangat dan menjadi hot isue di berbagai kalangan. Entah takut dan  sadar betul akan bahaya dari pemanasan global atau sekedar gengsi, yang jelas  isu tersebut segera mewabah. Dampak positifnya isu lingkungan juga ikut  terangkat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Jika dulu soal penggundulan hutan, pembalakan  liar, sampah, pencemaran dianggap sebagai sesuatu yang rendah dan menjijikkan.  Sekarang semuanya mulai memanfaatkan isu lingkungan untuk berbagai keperluan.  Sebut saja sebagai <em>background </em>iklan, ajang promosi perusahaan, untuk  <em>corporate Social Responbility (CSR)</em>, kampanye politik, sampai  kampanye-kampanye artis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ditambah lagi Indonesia dipilih menjadi tuan rumah  <em>United Nations Climate Change Conference </em>2007 di Bali. Dalam konfrensi  tersebut, delegasi Indonesia  yang diketuai Emil Salim akan mencoba menawarkan hutan-hutan Indonesia yang katanya kaya carbon  supaya dibeli oleh negara-negara maju untuk mengurangi pemanasan global.  Menurutku, konsep tersebut agak aneh dan agak sukar diimplementasikan di  Indonesia. <span lang="SV">Walaupun,  dampak positifnya, hutan-hutan di Indonesia akan terus terjaga dan ke depannya  mengurangi kerusakan lingkungan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">TAPI&#8230; apakah ada jaminan,  uang yang dikucurkan negara-negara maju supaya Indonesia tetap menjaga hutannya  akan tersalurkan dengan baik? Mengingat Indonesia pemegang rekor penyalahgunaan  dana/uang alias korupsi. Bagaimana mekanismenya pada masing-masing pemerintah  daerah saat uang tersebut siap dikucurkan? </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mekanisme perdagangan karbon  yang dimaksud pun belum jelas. Semua pihak masih bertanya-tanya dan menimbulkan  presepsi yang berbeda-beda. Semoga ke depan ada penjelasan yang lebih  jelas.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di luar perdagangan karbon  yang kelihatannya menguntungkan Indonesia. Ada beberapa pihak yang berpandangan  bahwa perdagangan karbon merupakan alat untuk â€™mengerdilkanâ€™ negara-negara  berkembang khususnya Indonesia supaya tidak bisa mengembangkan perekonomian.  Negara maju memilih menggunakan uangnya untuk membayar jasa lingkungan pada  negara-negara </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tapi (lagi) ada sesuatu yang  janggal dari kebijakan pemerintah Indonesia. Di satu sisi Indonesia mendukung  pengurangan emisi gas rumah kaca untuk meminimalisir bencana pemanasan global.  Bentuk dukungannya bermacam-macam dari sekedar kampanye-kampanye yang dilakukan  oleh berbagai pihak, sebagai tempat tuan rumah Konvensi Perubahan Iklim,  pemakaian bahan bakar gas, biofuel, sampai aksi penanaman pohon di berbagai  tempat. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di sisi lain akibat dari  pemakaian bahan bakar biofuel, Indonesia yang merasa berpotensi sebagai habitat  tanaman bahan baku biofuel seperti sawit dan jarak,<span> </span>menjadi  berlomba-lomba untuk menanam dua komoditas tersebut. Kebijakan tersebut baik  karena akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena harga sawit internasional  cukup tinggi. Namun ternyata cara yang digunakan salah. Regulasi yang ditetapkan  dilanggar karena kemurkaan beberapa pihak untuk mendapatkan keuntungan  sebanyak-banyaknya dari sawit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Dalam regulasi disebutkan,  areal hutan yang boleh digunakan untuk penanaman kelapa sawit adalah areal hutan  konversi. Tetapi kenyataannya, banyak juga perusahaan-perusahaan perkebunan  sawit besar yang menggunakan areal hutan lindung atau konservasi untuk penanaman  sawit. Namun kadang pula, para pengusaha tersebut tidak serta merta menanam  sawit diatas lahan hutan yang telah digunduli. </span><span lang="FI">Entah karena  suatu alasan, lahan hutan tersebut dibiarkan saja tanpa tanaman apapun.  Akibatnya sudah bisa ditebak, jasa-jasa hutan terhadap lingkungan sebagai  penyerap karbon, tandon air, penyimpan keanekaragaman hayati, habitat satwa, dll  hilang begitu saja. Selanjutnya bencana-bencana lingkungan tidak  terelakkan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari contoh tersebut dapat  dilihat betapa janggal dan tidak konsistennya kebijakan pemerintah Indonesia. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Salah Kaprah Soal Lingkungan </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Semua hal diatas adalah cerita  soal salah kaprah lingkungan di Indonesia, khususnya mengenai sektor kehutanan  dan perkebunan. </span><span lang="SV">Ada salah satu cerita lagi yang menurutku  agak kacau dan ngawur. </span><span lang="FI">Ada satu gambar di Kompas hari Senin  (26/11) halaman 13 yang cukup menyesatkan. Dalam gambar tersebut disebutkan  dengan menanam &#8230;pohon di atap akan mengurangi pemanasan global. Gambar  tersebut menyesatkan karena fungsi pohon bukan sekedar untuk menyerap karbon  dioksida di udara. Fungsi lain yang juga tak kalah penting adalah pohon bisa  sebagai sarana penyimpan dan penahan air melalui akar-akarnya. Nah kalau pohon  dipasang atau ditanam (maksudnya dengan media pot) di atas atap, bagaimana  dengan fungsi pohon sebagai penyerap air. Nanti sebagian orang beranggapan akan  membenarkan pola pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi tanpa  menyisakan sejengkal tanah untuk resapan air. â€Toh sudah ada pohon-pohon hijau  di atas atap. Ruang Terbuka hijau bisa berpindah ke atas atap kan?â€ </span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=23&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-or-global-warning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b139a6b8147134ca831ce17c1a4b12?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Firman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Global Warming &#8211; Apa dan mengapa</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-apa-dan-mengapa/</link>
		<comments>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-apa-dan-mengapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 07:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Global Warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=17&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/global_warming2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-19" title="global_warming2" src="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/global_warming2.jpg?w=544" alt="global_warming2"   /></a></p>
<p>Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah  mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang  jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya,  dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? <a href="http://langitselatan.com/2007/05/02/iklim-global-dan-iklim-matahari/" target="_blank">Variasi panas Matahari</a>? Gunung meletus yang menyebabkan  awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus  laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?<span id="more-17"></span></p>
<p>Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui  tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca,  yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?</p>
<p>Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana  molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah  kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk  menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C,  atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.</p>
<p>Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat  bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi,  tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa  dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak,  dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).</p>
<p>Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang  menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan  molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti  yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika  konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur  permukaan menjadi sangat signifikan.</p>
<p>Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin  memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat  perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan  peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja,  maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.</p>
<p>Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut,  kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor  seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara  daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan  Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang  lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan,  atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak  uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan  standar.</p>
<p>Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan  bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak  jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya  stabil pada 430 ppm CO<sub>2</sub>e (ppm = part per million = per satu juta  ekivalen CO<sub>2</sub> &#8211; yang menyatakan rasio jumlah molekul gas  CO<sub>2</sub> per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi  telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.</p>
<p>Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian  dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris,  kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak  terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’  seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya <a href="http://langitselatan.com/2007/04/24/dalam-rangka-memperingati-hari-bumi-inconvenient-truth/" target="_blank"><em>“An Inconvenient Truth”</em></a> yang mempopulerkan  global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.</p>
<p>Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah  yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC  (<em>Intergovernmental Panel on Climate Change</em>) tahun 2007, menunjukkan  bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya  pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi  Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem  iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai <em>Radiative Forcing</em> sebagai  alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan  nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya),  maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi  pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).</p>
<div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_nowrap" style="width:500px;"><img src="Global%20Warming%20-%20Apa%20dan%20mengapa%20_%20langitselatan.com_files/ipcc2007.jpg" alt="Laporan IPCC, 2007." width="500" /><br />
<span>Hasil perhitungan perkiraan agen  pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan  pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber  antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua  dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek  kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom  kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding),  Sumber: Laporan IPCC, 2007.</span></div>
<div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_nowrap" style="width:500px;"><span><a href="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/ipcc2007.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20" title="ipcc2007" src="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/ipcc2007.jpg?w=544" alt="ipcc2007"   /></a><br />
</span></div>
<p>Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca.  Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005.  Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu  (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari  180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan  konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih  besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati  masih terdapat variasi tahun per tahun.</p>
<p>Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan  bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan,  penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi  metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman  pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini  melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 &#8211; 790  ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar  fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N<sub>2</sub>O) dari 270 ppb &#8211; 319 ppb pada  2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia  dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang  terbesar pada pemanasan global.</p>
<p>Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam,  nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak  dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan  yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat  proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan  hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya  Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon  hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan  sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance)  tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.</p>
<p>Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan  bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia  sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan? Alur waktu  prediksi dan dampak dari perspektif sains dapat dibaca pada bagian kedua tulisan  ini.</p>
<p>Sumber : Langitselatan.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=17&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-apa-dan-mengapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b139a6b8147134ca831ce17c1a4b12?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Firman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/global_warming2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">global_warming2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/ipcc2007.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipcc2007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Global Warming : Lakukan Hal-hal Sederhana Untuk Menghentikannya</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-lakukan-hal-hal-sederhana-untuk-menghentikannya/</link>
		<comments>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-lakukan-hal-hal-sederhana-untuk-menghentikannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 06:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengatasi global warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa pesannya, Gereja Katolik telah mengingatkan mengenai bahaya pemanasan global seperti kekeringan, banjir, kelaparan dan musnahnya ekosistem tertentu. Umat Katolik sebagai warga dunia diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan bahaya tersebut. Namun apa sebenarnya yang bisa kita lakukan secara nyata? Berikut ini adalah hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjawab pesan Gereja : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=13&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/target-global-warming-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14" title="target-global-warming-3" src="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/target-global-warming-3.jpg?w=544" alt="target-global-warming-3"   /></a>Dalam beberapa pesannya, Gereja Katolik telah mengingatkan mengenai bahaya  pemanasan global seperti kekeringan, banjir, kelaparan dan musnahnya ekosistem  tertentu. Umat Katolik sebagai warga dunia diajak untuk berpartisipasi aktif  dalam pencegahan bahaya tersebut. Namun apa sebenarnya yang bisa kita lakukan  secara nyata?<span id="more-13"></span></p>
<p>Berikut ini adalah hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjawab  pesan Gereja :</p>
<p>1. Matikan lampu ketika meninggalkan rumah atau sebelum tidur.</p>
<p>2. Bekerjalah dalam ruangan tanpa menggunakan lampu listrik. Jika  memungkinkan, Anda cukup menggunakan cahaya alami dari sinar matahari.</p>
<p>3. Ganti bolam lampu (regular incandescent light bulbs) dengan lampu hemat  energi (compact fluorescent bulbs &#8211; CFL’s). CFL’s memang lebih mahal namun jenis  lampu ini hanya menggunakan 25-33% energi dari yang digunakan lampu bolam biasa.  Sebagai catatan, saat ini lampu CFL’s digunakan oleh hanya 6% konsumer.</p>
<p>4. Jangan biarkan TV berada dalam status standby. Biasakan matikan TV dengan  menggunakan tombol on/off di pesawat TV jika sedang tidak menonton. Biarpun TV  berada dalam status standby, energi listrik yang dikonsumsi tak ada bedanya  dengan menyalakan lampu bolam 75-100 watt.</p>
<p>5. Cabut kabel charger handphone, kamera digital, telepon wireless, dan  gadget lainnya dari saklar listrik jika tidak menggunakannya.</p>
<p>6.  Jangan gunakan screensaver jika komputer tidak digunakan. Sebaiknya Anda  menggunakan sleep mode atau aturlah agar komputer Anda berada dalam status  “hibernate” setelah tidak digunakan selama 30 menit. Cara ini akan menghemat  energi dan jauh lebih efisien dibandingkan jika Anda mematikan komputer dan  kemudian me-restart saat membutuhkannya.</p>
<p>7. Jika membeli produk elektronik, pilih yang memiliki label “Energi  Star”.</p>
<p>8. Atur suhu kulkas antara 2-5 derajat Celcius dan suhu freezer -18 derajat  Celcius.</p>
<p>9. Pilih shower daripada bath untuk mandi. Penggunaan bath membutuhkan 4 kali  energi lebih banyak dibanding penggunaan shower.</p>
<p>10. Berhematlah menggunakan air bersih. Hindari pemakaian air panas terlalu  sering untuk mandi.</p>
<p>11. Konsumsi produk-produk refill. Langkah ini akan menghemat konsumsi kertas  atau plastik yang sering dipakai sebagai packaging produk.</p>
<p>12. Berhematlah menggunakan kertas di kantor maupun di rumah. Anda dapat  memulainya dengan sehemat mungkin mengkonsumsi kertas tisu atau kertas folio.  Saat mencetak (print), usahakan cetak di kedua sisi kertas. Untuk coret  mencoret, gunakan kertas bekas yang telah digunakan. Berhemat kertas sama  artinya kita melindungi pohon-pohon dari penebangan.</p>
<p>13. Kurangi penggunaan kantong plastik. Kantong plastik adalah produk yang  sulit dimusnahkan dan dapat meningkatkan jumlah karbondioksida serta metana ke  atmosfir bumi, menyebabkan polusi udara, tanah dan air tanah.</p>
<p>14. Tanamlah pohon-pohonan karena sepanjang usianya, sebuah pohon mampu  menyerap 1 ton karbondioksida.</p>
<p>15. Pilih makanan produksi lokal. Makanan impor didatangkan dengan  transportasi yang membutuhkan bahan bakar.</p>
<p>16. Belilah makanan segar daripada makanan-makanan yang diawetkan atau yang  didinginkan.</p>
<p>17. Kurangi konsumsi daging. Boleh percaya boleh tidak, sapi adalah  penyumbang terbesar metana yang mereka hasilkan setiap bernafas. Dan metana  adalah penyebab utama efek rumah kaca.</p>
<p>18. Jika Anda ingin membeli mobil, pertimbangkan konsumsi bahan bakar yang  dibutuhkan mobil tersebut. Jadikan mobil hemat bahan bakar sebagai pilihan Anda  meski tidak terlihat mewah.</p>
<p>19. Menyetir dengan benar akan membantu penghematan bahan bakar. Hindari  menyetir secara agresif di jalanan. Pilih gunakan rem tangan daripada rem kaki  pada saat-saat tertentu. Matikan mesin mobil bila tidak menggunakannya.</p>
<p>20. Cek ban mobil Anda secara teratur. Ban mobil yang baik akan membantu  penghematan bahan bakar mobil.</p>
<p>21. Kendarai mobil Anda dengan kecepatan rata-rata 80 km/j. Pada kecepatan  tersebut, konsumsi bahan bakar akan berkurang 25%  dibandingkan bila Anda berada  dalam kecepatan &gt; 110 km/j.</p>
<p>22. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Lebih baik Anda menggunakan  kendaraan bermotor secara bersama-sama. Pilihan lain, Anda dapat berjalan kaki,  naik sepeda, atau angkutan umum.</p>
<p>- daniel -</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=13&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-lakukan-hal-hal-sederhana-untuk-menghentikannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b139a6b8147134ca831ce17c1a4b12?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Firman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/target-global-warming-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">target-global-warming-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Global Warming Dimata Newbie</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-dimata-newbie/</link>
		<comments>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-dimata-newbie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 06:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Global Warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Hikmah dari KTT Global Warming Di Nusa dua Bali Walaupun bukan peserta konferensi, peserta demo maupun panitia acara. Hanya Seorang newbie yang peduli dengan kekacauan iklim akhir-akhir ini. Dan berakibat pada koneksi internet yang kacau, tentu ujung-ujungnya akan berakibat terhadap earning online saya . Dulu saya pernah berfikir, yang mengakibatkan pemanasan Global atau istilah kerennya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=8&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/ist2_2941016_global_warming.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-9" title="ist2_2941016_global_warming" src="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/ist2_2941016_global_warming.jpg?w=544" alt="ist2_2941016_global_warming"   /></a></p>
<p>Hikmah dari KTT Global Warming Di Nusa dua Bali</p>
<p>Walaupun bukan peserta konferensi, peserta demo maupun panitia acara. Hanya  Seorang newbie yang peduli dengan kekacauan iklim akhir-akhir ini. Dan berakibat  pada koneksi internet yang kacau, tentu ujung-ujungnya akan berakibat terhadap  earning online saya  .<span id="more-8"></span></p>
<p>Dulu saya pernah berfikir, yang mengakibatkan pemanasan Global atau istilah  kerennya Global warming itu adalah Banyaknya berdiri rumah-rumah kaca yang ada  di bumi ini. seperti bangunan bangunan yang di dominasi dari bahan yang terbuat  dari kaca. Pemikiran katrok saya ini bukan tanpa alasan. mengingat seringkali  saya mendengar istilah efek Gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan Global  atau Global Warming.</p>
<p>Namun ternyata Gas rumah kaca itu hanyalah sebuah istilah yang menggambarkan  bumi di ibaratkan seperti sebuah kehidupan yang berada pada sebuah rumah kaca,  yang mana panas yang di hasilkan dari luar rumah kaca tidak mudah untuk keluar  lagi dan terkukung dalam ruangan tersebut, sehingga menghasilkan panas yang  tinggi di dalam ruangan.</p>
<p>Gambaran seperti diataslah yang di gunakan untuk membuat istilah efek Gas  rumah kaca yang mengakibatkan Global Warming. Jika masih bingung, <a href="http://earthguide.ucsd.edu/earthguide/diagrams/greenhouse/">Klik  Disini</a> untuk melihat penjelasan efek gas rumah kaca dalam diagram animasi  yang sangat mudah dipahami.</p>
<p>Sebenarnya Gas rumah kaca tidak lah berbahaya jika tidak  berlebihan, hal yang berlebihan inilah yang menyebabkan kefatalan. Gas rumah  kaca yang memberikan kehangatan pada bumi sangat membantu kelangsungan  hidup kita. karena kehidupan di bumi ini sangat memerlukan panas  yang cukup.</p>
<p>Tepatnyaâ€¦. Gas rumah kaca itu adalah penyeimbang panas yang di  alirkan matahari ke bumi. Bumi akan memantulkan kembali panas yang di alirkan  matahari itu keluar, Nah Gas rumah kaca inilah menahan panas yang  dipantulkan oleh bumi itu sehingga tidak semuanya  keluar melewati atmosfir. Tahanan dari Gas rumah kaca ini membuat sebagian dari  pantulan yang balik lagi ke bumi itu menghasilkan hangat yang cukup yang di  butuhkan bumi.</p>
<p>Namun keadaan sekarang tidak seperti analogi diatas. Pantulan panas bumi yang  harusnya sebagian keluar tidak bisa keluar karena tinggi nya jumlah Gas rumah  kaca. Sehingga sebagian besar panas yang di pantulkan balik lagi kebumi. Dan  menciptakan pemanasan global. Efeknya sudah sangat jelas iklim yang tidak  menentu dan abrasi yang mengancam setiap pantai. badai, lendir yang menyembur  dari gunung dll.</p>
<p>Untuk mencegah Gas rumah kaca berlebihan yang di hasilkan bumi, baiknya mari  kita mengetahui dulu penyebab dari Gas rumah kaca itu sendiri.</p>
<p>Beberapa penyebab Gas rumah kaca diantaranya datang dari alam sendiri. Uap  air adalah penyumbang terbesar, lalu karbondioksida adalah penyumbang Gas rumah  kaca terbesar kedua. Karbondioksida pun sebenarnya ada yang di ciptakan oleh  alam sendiri. lewat berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik, pernafasan  hewan dan manusia. tapi alam sendiri memiliki penyeimbang karbondioksida yang di  hasilkannya. Lewat lautan, tumbuhan dan pohon-pohon yang ada di bumi  karbondioksida yang dihasilkan alam tersebut, dapat terserap sehingga mengurangi  jumlah karbondioksida .</p>
<p>Namun kini penebangan liar terjadi. Hutan di gunduli, pohon rindang sudah  langka, mengakibatkan pohon ataupun tumbuhan yang menyerap karbondioksida  sebagai bagian dari gas rumah kaca itu berkurang. Dampaknya tentu gas rumah kaca  meningkat, sehingga efek yang paling terasa adalah iklim yang tidak menentu.</p>
<p>Semakin hari produksi penambahan jumlah gas rumah kaca semakin menjadi-jadi,  lewat aktifitas manusia seperti pemakaian energi yang berasal dari Karbon,  Energi itu antara lain minyak bumi, batu bara (kendaraan bermotor, listrik,  dsb.) serta Pemakaian aerosol di kulkas-kulkas dll.</p>
<p>Tanpa kita sadari kita adalah bagian dari manusia yang mempercepat  tenggelamnya bumi dengan memusnahkan penyeimbangnya yaitu hutan sebagai penyerap  karbondioksida. Serta menambah produksi karbondioksida, termasuk saya</p>
<p>Sebenarnya saya sangat mendukung KTT Perubahan Iklim dan Pemanasan Global  (Global Warming) di nusa dua bali itu. Tapi sepertinya negara-negara miskin dan  berkembang hanya di jadikan sebagai jongos negara nya si Bush, karena sampai  saat ini Negeri digdaya yang mengaku sebagai polisi dunia itu tidak mau  meratifikasi PROTOKOL KYOTO. Dimana komitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran  di sepakati. Disini jelas sekali kelicikan  USA sebagai  negara penyumbang emisi terbanyak hanya memanfaatkan negara lain untuk  menyelamatkan bumi , namun itu tidak dilakukan mereka. mereka yang bersuara  tentang bahaya pemanasan Global, mereka pula yang menolak untuk menyelamatkan  bumi dari bahaya Global Warming. Sampe saat ini hanya negri BUSH lah yang  menolak meratifikasi PROTOKOL KYOTO. Setelah  Australia  kemaren bersedia meratifikasi Protokol Kyoto.</p>
<p>Disini tidak ada rasa sentimen saya terhadap satu negara. Tapi disini saya  berbicara kenyataan mas..</p>
<p>Untuk kita untuk anak cucu kita. Mari selamatkan bumi dari pemanasan  global!!<span> </span>Karena jika bumi tenggelam, Adsense, Parked, SEDO, Adbrite  , Eksekusi, Lendir gak akan ada artinya bosâ€¦</p>
<p>Mari cegah diri kita menjadi penyumbang gas rumah kaca yang berlebihan. mulai  dari diri kita, mulai dari yang terkecil. irit listrik, bahan bakar, buang  sampah jangan sembarangan ya.</p>
<p>Sumber : Baladika Palace</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=8&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/18/global-warming-dimata-newbie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b139a6b8147134ca831ce17c1a4b12?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Firman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/ist2_2941016_global_warming.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ist2_2941016_global_warming</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger Indonesia Peduli Global Warming</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/17/blogger-indonesia-peduli-global-warming/</link>
		<comments>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/17/blogger-indonesia-peduli-global-warming/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 06:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Masih berhubungan dengan Global Warming, banyak kalangan yang underestimate terhadap apa yang dirembugkan delegasi-delegasi negara di KTT Climate Change yang diselenggarakan di Bali. Sebagian besar memandang event ini hanya sebuah dagelan wacana belaka. Terlepas dari semua itu, masalah pemanasan global tetap merupakan masalah yang mengancam. Pertanyaannya sekarang adalah, bila kesepakatan antar delegasi negara tersebut belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=3&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Masih berhubungan dengan Global Warming, banyak kalangan  yang <em>underestimate</em> terhadap apa yang dirembugkan delegasi-delegasi  negara di KTT <em>Climate Change</em> yang diselenggarakan di Bali. Sebagian  besar memandang event ini hanya sebuah <span style="text-decoration:line-through;"><em>dagelan</em></span> wacana belaka.</p>
<p class="dropcap-first"><a href="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/global_warming.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4" title="global_warming" src="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/global_warming.jpg?w=544" alt="global_warming"   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><img title="Global Warming" src="blogger-indonesia-peduli-global-warming.php_files/global_warming.jpg" alt="Global Warming" /></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-3"></span></p>
<p>Terlepas dari semua itu, masalah pemanasan global tetap merupakan masalah  yang mengancam. Pertanyaannya sekarang adalah, bila kesepakatan antar delegasi  negara tersebut belum <em>klop</em>, apakah kita hanya berdiam diri?</p>
<p>Aku ingin mengutip sebuah kalimat yang pernah digunakan salah seorang  politisi Indonesia ketika sedang berkampanye :</p>
<blockquote><p>“Tangan saya kecil, tangan anda juga kecil… dan tangan seluruh rakyat  Indonesia juga kecil. Namun bila tangan-tangan ini bersatu, gunung pun bisa kita  geser”</p></blockquote>
<p>Hiperbola memang… namun dari kalimat tersebut ada makna yang bisa kita petik.  Komunitas Blogger Indonesia adalah komunitas yang besar. Berbeda sekali ketika  aku mulai ngeblog tahun 2001 lalu dimana jumlah Blogger masih sedikit sekali.  Bayangkan jika kita, setiap Blogger Indonesia, mau <span style="text-decoration:underline;">sedikit</span> peduli terhadap pemanasan  global tentunya akan memberi pengaruh yang besar. Jadi, mulailah dari diri  sendiri!</p>
<p><strong>Lalu apa yang bisa dilakukan seorang Blogger untuk ikut andil/peduli  terhadap pemanasan global?</strong> Dilihat dari gambar paling atas, pemanasan  global besar dipengaruhi oleh adanya emisi gas (diantaranya karbon dioksida).  Dan 40% dari emisi karbon dihasilkan oleh sektor ketenagalistrikan. Dan selain  “kebutuhan” akan listrik, dunia blogger juga dekat dengan penggunaan kertas dan  tinta yang dalam proses produksinya juga menghasilkan gas emisi.</p>
<p><a href="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/diagram_blogger-global_warming.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5" title="diagram_blogger-global_warming" src="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/diagram_blogger-global_warming.jpg?w=544" alt="diagram_blogger-global_warming"   /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Seperti yang terlihat pada <strong>diagram hubungan antara Blogger dengan  Pemanasan Global</strong> di atas, selain melakukan tindakan-tindakan secara  umum untuk <a href="http://globalwarming-facts.info/50-tips.html" target="_blank">Stop Global Warming</a>, sebenarnya Blogger bisa memfokuskan diri  pada 2 hal menyangkut penghematan energi listrik dan barang-barang hasil  produksi yang menghasilkan gas emisi, yaitu :</p>
<p><strong>1. Hemat Penggunaan Komputer</strong><br />
Matikan saat tidak  digunakan, stop melakukan download gila-gilaan yang menguras tenanga komputer  sampai menyentuh titik panasnya. Blogger yang gemar main game (terutama game  online) biasanya suka ngidupin komputer sampe pagi cuma buat <em>vending</em> tuh.</p>
<p><strong>2. Hemat Penggunaan AC</strong><br />
Biar ngeblog tetep adem, buka  jendela atau ganti AC dengan kipas angin, bila perlu pakai tenaga kipas-kipas  tangan. Hehe…</p>
<p><strong>3. Gunakan Lampu Hemat Energi<br />
</strong>Berhubung belum dapet  sponsor, silakan searching aja di google dengan keyword “<span style="text-decoration:underline;">Lampu Hemat Energi</span>” *mudah-mudahan  bukan blog ini yang nongol*<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>4. Kurangi penggunaan lampu di siang hari<br />
</strong>Buka jendela,  biarkan sinar matahari pagi masuk; kan baik juga buat kesehatan. Siang-siang  juga buat apa ngidupin lampu? Selain ngefek ke pemanasan global, juga ngefek ke  biaya listrik rumah atau kantormu. Mau?</p>
<p><strong>5. Jangan biasakan ngeblog sambil menghidupkan TV</strong><br />
Kalau  ngeblog ya ngeblog, kalau nonton ya nonton.</p>
<p><strong>6. Pastikan indikator penanda arus listrik sudah padam saat tidak  menggunakan alat elektronik<br />
</strong>Kalau masih menyala berarti masih ada  alirannya. Hal kecil memang, tapi bayangkan kalau hal ini terjadi sepanjang  waktu. Banyak deh nyumbang untuk bikin bumi kita tenggelam.</p>
<p><strong>7. Pantau penggunaan listrik bulanan</strong><br />
Kalau meningkat,  bertekadlah untuk bulan depan musti turun. Sekarang juga sudah ada sistem  voucher dari PLN. Sama kayak voucher ponsel, tapi yang ini ngga ada masa berlaku  atau masa tenggangnya. Dipakai sampai habis trus jeglek! Makanya musti diisi  sebelum voucernya habis. Dengan begini, pemakaian listrik bisa lebih  terkontrol.</p>
<p><strong>8. Hemat penggunaan kertas</strong><br />
Gunakan pada dua sisi kertas  bantu pula menghemat dengan program seperti fineprint.</p>
<p><strong>9. Hemat penggunaan tinta<br />
</strong>Sama dengan kertas, tinda juga  cukup akrab dengan dunia blogger.</p>
<p><strong>10. Gali informasi tentang Global Warming</strong><br />
Siapa pun  setuju kalau internet adalah gudang informasi. Sebagai seorang Blogger yang  akrab dengan dunia internet akan sangat membantu didalam mendapatkan  informasi-informasi terbaru seputar pemanasan global.</p>
<p><strong>11. Tulis postingan tentang Global Warming</strong><br />
Semakin banyak  yang menulis tentang pemanasan global, semakin banyak yang akan membaca dan  “tercerahkan”:D</p>
<p><strong>12. Gunakan Themes yang ringan</strong><br />
Berat ringannya themes  adalah relatif, masih tergantung koneksi internet. Setidaknya jangan menggunakan  banyak grafik yang memperberat loading yang berarti memperlama penggunaan  komputer.</p>
<p><strong>13. Pasang Banner “Blogger Indonesia Peduli Global  Warming”</strong><br />
Pasang juga link ke postingan ini agar Blogger Indonesia  semakin peduli terhadap pemanasan global. Jika bukan kita, siapa lagi? Jika  bukan sekarang, kapan lagi?</p>
<p>Sekian dulu hal-hal kecil yang bisa dilakukan seorang Blogger untuk global  warming. Berikut adalah daftar blogger Indonesia yang peduli terhadap Global  Warming, bila ada yang blognya juga membahas tentang Global Warming, silakan  pasang di komentar, dengan senang hati akan di<em>-backlink</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=3&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/17/blogger-indonesia-peduli-global-warming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b139a6b8147134ca831ce17c1a4b12?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Firman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/global_warming.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">global_warming</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stopglobalwarmingnow.files.wordpress.com/2008/11/diagram_blogger-global_warming.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diagram_blogger-global_warming</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/16/hello-world/</link>
		<comments>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 08:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=1&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stopglobalwarmingnow.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stopglobalwarmingnow.wordpress.com&amp;blog=5535870&amp;post=1&amp;subd=stopglobalwarmingnow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stopglobalwarmingnow.wordpress.com/2008/11/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b139a6b8147134ca831ce17c1a4b12?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Firman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
